Rabu, 01 Desember 2010

Observasi tentang Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Bertolak dari penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berupa desentralistik, maka hal ini berdampak pula terhadap reorintasi Visi dan Misi Pendidikan Nasional yang di dalamnya menyangkut pula tentang Standar Pengelolaan Sistem Pendidikan Nasional. Yang berimbas pula pada Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan, Pendanaaan, dan Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional.
Hal-hal yang tersebut di atas, terutama dilandasi dengan sifat desentralistik itu sendiri, mengingat kondisi geografis, sosial-kultural, dan ekonomi setiap wilayah (Propinsi-Kabupaten) yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih optimal, efektif, efisien dan berhasil, memerlukan keterkaitan berbagai elemen yang ada.
Implementasi otonomi terhadap lembaga pendidikan terwujud dalam School Based Management atau Manajemen Berbasis Sekolah. Dikarenakan Manajemen Berbasis Sekolah ini adalah upaya kemandirian, kreativitas sekolah dalam peningkatan kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam peningkatan mutu melalui kerjasama atau pemberdayaan pemerintah dan masyarakat, maka diperlukan pula administrasi pendidikan di bidang hubungan sekolah dengan masyarakat.
Dari paparan di atas, maka melalui makalah ini kami mencoba mengupas manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah
Bardasarkan latar belakang yang telah kami buat masalah yang akan kami bahas adalah:
1. Bagaimana hubungan sekolah dengan masyarakat khususnya di SD Sumbersari 01?
2. Bagaimana program sekolah untuk menjalin hubunagan tersebut?
3. Bagaimana kendala-kendala dan cara mengatasi masalh dalam menjalin hubungan dengan masyrakat?
1.3 Tujuan dan Manfaat
I. Tujuan
• Untuk mengetahui hubungan sekolah dengan masyarakat khususnya di SD Sumbersari 01
• Untuk mengetahui program sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
• Untuk mengetahui kendala dan cara mengatasi masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
II. Manfaat
• Untuk mengetahui hubungan sekolah dengan masyarakat khususnya di SD Sumbersari 01
• Untuk mengetahui program sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
• Untuk mengetahui kendala dan cara mengatasi masalah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat















II. PEMBAHASAN

2.1 Tinjauan Pustaka
I) Pengertian hubungan sekolah dan masyarakat
Sekolah merupakan suatu lembaga sosial yang dapat melayani anggota masyarakat dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu dalam pengembangan sekolah dan masyarakat memerlukan kerja sama diantara keduanya.hubungan ini tidak hanya semata-mata dipelopori oleh sekolah.tetapi juga ada peran masyarakat yang juga berpartisipasi dalam hubungan yang dilakukan oleh para wali murid.dari pihak sekolah yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah dan HUMAS (hubungan masyarakat). Jadi hubungan sekolah dan masyarakat ini merupakan suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengertian anggota masyarakat tentang kebutuhan pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama para anggota masyarakat dalam rangka usaha pengembangan sekolah.
Hubungan ini dapat dilakukan apabila adanya rasa senasib sepenanggungan diantara keduanya.senasib sepenanggngan ini diartikan bahwa maju mundurnya sekolah berarti maju mundurnya masyarakat. Selain itu adanya sikap menghargai, saling percaya dan keterbukaan satu sama lain akan meciptakan hubungan ini menjadi baik.
II) Prinsip – prinsip hubungan sekolah dan masyarakat
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat,antara lain:
• Integrity
Prinsip ini mengandung makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat harus terpadu. Artinya informasi yang disampaikan antar keduanya harus informasi yang terpadu baik mengenai masalah akademik maupun non akademik. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan penilaian dan kepercayan antar keduanya.
• Continuity
Prinsip ini menjelaskan bahwa hubungan ini hrus dilakukan secara terus menerus, hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui perkembangan sekolah.
• Simplicity
Prinsip menghendaki agar dalam proses hubungan sekolah dan masayarakat ini dapat menyederhanakan berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan karakteristik masyarakat.

III) Teknik dan bentuk hubungan sekolah dan masyarakat
Secara umum hubungan sekolah dan masyarakat ini dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun dalam pelaksanaanya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk diantaranya :
a) Siaran radio
Siaran radio sebagai sarana penyebaran informasi memiliki keunggulan dalam luasnya wilayah penyebaran informasi yang dapat dijangkau dalam waktu yang bersamaan. Dengan demikian dalam waktu yang singkat dapat disebarkan informasi kesemua pelosok perdesaan. sebagai media penyebaran informasi khususnya yang berkaitan dengan program pendidikan.melaui bentuk seperti ini dapat dilakukan Dialog interaktif dengan menampilkan pejabat dinas pendidikan setempat,kepala sekolah,tokoh masyarakat guna membahas program sekolah dan pengembangannya.
b) Perlombaan – perlombaan
Perlombaan – perlombaan ini merupakan kegiatan yang cukup menarik. Hal ini akan mampu membuat dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu dengan adanya acara ini, masyarakat akan mengetahui prestasi sekolah dalam mencetak siswa.
c) Pameran
Dalam menyelenggarakan acara pameran ini memerlukan kerja sma antara sekolah dan masyarakat.dengan adanya kegiatan ini hubungan keduanya akan terjalin lebih baik sehingga perkembangan sekolahpun lebih baik.
d) Dialog
Dialog ini dapat dilakukan dengan mengadakan rapat secara terus menerus untuk mambahas perkembangan sekolah dan membetuk program- progarmnya.
e) Kunjungan kesekolah (School visitation)
Teknik ini memberi kesempatan kepada wali murid untuk melihat prestasi siswa pada saat pembelajaran berlangsung.
f) Kunjungan ke wali murid
Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa dirumah
g) Layanan telefon
Layanan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada wali murid mengenai siswa begitu juga sebaliknya.
h) Kotak saran
i) Melui kotak ini sekolah dapat mengetahi saran – saran apa saja yang diberikan masyarakat kepada sekolah guna mengembangkan sekolah
j) Kartu penghubung
Kartu ini diberikan kepada setiap siswa yang nantinya diisi oleh guru dan wali murid yang bersangkutan. Sehingga wali murid dapat mengetahui perkembangan anaknya dan sekolah.

IV) Tujuan dan Manfaat hubungan sekolah dan masyarakat
Hubungan sekolah dan masyarakat ini memiliki tujuan,antara lain :
1. Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
2. Mendapatkan dukungan dan bantuan financial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
3. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanan program sekolah.
4. Memperkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan kebutuhan masayarakat.

Hubungan ini juga memiliki manfaat bagi keduanya,diantaranya:
1) Bagi sekolah
• Memindahkan atau meringankan beban sekolah dalam memperbaiki serta meningkatkan kualitas penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah.hal ini akan terjadi jika sekolah menganggap masyarakat sebagi mitra yang dalam pengembangan sekolah.
• Sekolah akan akan mengenal secara mendalam latar belakang, keinginan dan harapan-harapan masyarakat terhadap sekolah. Pengenalan harapan masyarakat dan orang tua murid terhadap lembaga pendidikan, khususnya sekolah merupakan unsur penting guna menumbuhkan dukungan yang kuat dari masyarakat.
2) Bagi masyarakat
• Masyarakat/orang tua murid akan mengerti tentang berbagai hal yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
• Keinginan dan harapan masyarakat terhadap sekolah akan lebih mudah di sampaikan dan direalisasikan oleh pihak sekolah.
• Masyarakat akan memiliki kesempatan memberikan saran,usul maupun kritik untuk membantu sekolah menciptakan sekolah yang berkualitas.

V) Pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat
Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat ini dilakukan oleh sekolah yang bekerja sama dengan semua unsure yang ada didalam masyarakat seperti kepala desa, camat, tokoh masyarakat, tokoh agama masyarakat profesi masyarakat industri dan wali murid sebagai pihak yang langsung berkomunikasi dengan sekolah.dalam melaksanakan hubungan ini pihak sekolah mengadakan pertemuan yang dilakukan secara berkelanjutan dan tertatur. Hal ini dilakukan guna membahas peningkatan dan pengnembangan sekolah. Biasanya dalam pertemuan ini dibantu oleh komite sekolah sebagai perantara antara keduanya. Selain melaui pertemuan hubungan ini dilakukan melalui beberapa prasarana ynag dapat mengkomunikasikan keduanya. Di dalam hubungan ini seringkali pihak sekolah terlebih dahulu mengkomunikasikan dengan masyarakat. Hal ini dilakukan agar sekolah mengetahui karakter masyarakat sehingga sekolah lebih mudah untuk menawarkan program – program yang dijalankan. Selain itu masyarakat juga dapat mengetahui perkembangan sekolah melalui berbagai pertemuan dan prestasi yang dihasilkan oleh sekolah atau melalui media komunikasi atau juga melalui berbagi kunjungan.














2.2 Paparan hasil Observasi
Observasi ini kami lakukan di SD Sumbersari 01 di kabupaten jember. Dalam observasi ini kami mendapatkan berbagai informasi mengenai hubungan sekolah dengan masyarakat, wawancara ini terkait dengan berbagai pihak di dalamnya. Antara lain:



1. Sekolah
Dalam menjalin hubungan ini sekolah diwakili oleh kepala sekolah, humas, dan komite sekolah. Dalam pelaksanaannya, hubungan ini dilaksanakan dengan berbagai teknik dan bentuk. Antara lain:
a. Rapat pleno
Rapat pleno adalah suatau rapat yang dilakukan oleh sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, komite, wali murid. Semua warga sekolah tersebut akan membahas tentang anggaran – anggaran atau tentang dana pembangunan pengembangan sekolah. Dalam rapat pleno dilakukan tiap 1 ( satu ) tahun sekali pada wali murid siswa baru. Contohnya anggaran uang gedung dimusyawarahkan bersama untuk pembangunan pengembangan sekolah.
b. Rapat pengurus
Rapat pengurus adalah suatu rapat yang dilakukan oleh para pengurus. Rapat tersebut dilakukan untuk membahas jurnal anggaran, RPP, silabus. Jadi sebelum mengajar para pengurus melakukan rapat tersebut untuk mengecek kesiapan seseorang pengajar dalam mengajar. Rapat pengurus ini dilakukan tiap hari senin.
c. Rapat konsultasi
Rapat konsultasi adalah suatu rapat yang dilakukan sekolahdengan instansi-instansi seperti camat. Rapat ini dilakukan untuk miminta masukan–masukan demi kemajuan sekolah dan menjelaskan pembangunan pengembangan sekolah. Konsultasi ini dilakukan tiap 6 (enam ) bulan sekali atau tiap satu semester sekali.
d. Rapat komite
Rapat komite adalah suatu rapat tempat sekolah menyalurkan keiginan pembangunan pengembangan sekolah kepada komite sekolah tentang sarana dan prasarana. Setelah sekolah membicarakan dengan komite maka komite membiarkan lagi dengan wali murid. Wali murid memusyawarahkan hal tersebut dengan sesama wali murid. Dalam rapat ini yang berperan dalam memilih dan mencari sarana dan prasarana adalah wali murid. Misalnya, kelas II B mempunyai kendala kurang layaknya fasilitas sarana dan prasarana yang berupa kursi dan bangku. Pengurus sekolah membicarakan hal tersebut kepada komite sekolah dan komite sekolah menyampaikan masalah tersebut kepada wali murid. Sesama wali murid memusyawarahkan hal terebut dengan dan mencari solusi atau jalan keluar yang terbaik. Jadi masalah tersebut diselesaikan oleh sesama walimurid
e. Pertemuan wali murid dan guru
Pertemuan ini adalah pertemuan yang dilakukan oleh wali murid dan guru. Pertemuan ini dilakukan sekaligus dalam waktu pengambilan rapot. Dalam rapat ini guru dan wali murid membicarakan tentang kondisi, perilaku, kemampuan baik secara akademis maupun non akademis siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Wali murid juga menyampaikan kendala belar siswa di rumah seperti contohnya kurangnya kesdaran siswa alam mengerjakan PR.
Selain teknik langsung ada juga teknik tidak langsung yang dilakukan sekolah dengan masyarakat. Beberapa tehnik tidak langsung yang dilakukan sekolah adalah sebagai berikut :
a. Buku penghubung
Buku penghubung adalah suatu buku yang menghubungkan guru, siswa, dan wali murid. Jadi dalam buku penghubung ini antara guru dan wali murid saling berkoneksi. Misalnya wali murid mempunyai keluhan yang berhubungan dengan sekolah, maka wali murid bisa langsung menuliskan keluhan tersebut di buku penghubung. Begitu juga guru,siswa juga dapat menulis langsung di buku penghubung.

b. Konsultasi komite dan wali murid
Setelah diadakan rapat di sekolah tetapi ada beberapa wali murid yang kurang bisa berbicara di dalam rapat makawali murid yang kurang bisa mengungkapkan keluhan tersebut, datang kepada komite. Dan komite menyampaikannya kepada kepala sekolah atau pengurus sekolah.

Ada beberapa bentuk hubungan sekolah dan masyarakat. Di SDN Sumbersari 01 ini memiliki bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat melalui pameran sekolah, pentas musik, kunjungan ke rumah murid untuk menyelesaikan permasalahan siswa. Contohnya jika ada wali murid yang meminta beasiswa ketidakmampuan. Kepala sekolah tidak langsung merespon dan memberikan beasiswa kepada wali murid secara langsung. Dalam memberikan beasiswa ada beberapa ketentuan atau persyaratan yang harus di penuhi yaitu seperti surat keterangan desa. Selain itu pihak sekolah juga mengunjungi tempat tinggal wali murid yang meminta beasiswa tersebut untuk mensurfei apakah wali murid tersebut layak untuk di beri bantuan. Selain itu juga ada bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat melalui kegiatan extra kulikuler yang ada di sekolah yang melibatkan orang tua murid dan warga sekitar sekolah.
2. Masyarakat
Dalam observasi ini kami juga melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar, antara lain:
1. Masyarakat industry
Dalam hubungan ini, masyarakat industry memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh sekolah. Contohnya pengadaan bangku-bangku sekolah.
2. Masyarakat profesi
Masyarakat ini memberikan bantuan berupa ide dan tenaganya. Contohnya: masyarakat / wali muid yang berprofesi sebagai pemusik, dapat memberikan ide dan tenaganya untuk mengajar ekstra kurikuler music kepada siswa.
3. Masyarakat umum
Masyarakat ini berperan dalam memeberikan solusi dalam pengembangan sekolah dan juga berperan sebagai control bagi pengembangan sekolah.

Tujuan sekolah untuk menjalin hubungan dengan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Menjalin kerjasma antara sekolah dengan masyarakat misalnya wali murid untuk kemajuan seklah.
2. Memberi masukan kepada sekolah agar menjadi lebih baik dalam hal pendidikan, ekstrakurikuler, maupun sarana dan prasarana.
3. Untuk mengetahui karakter masyarakat terutama wali murid demi tercapainya kemajuan sekolah.
4. Agar terciptanya hubungan baik dengan masyarakat sehingga sewaktu-waktu membutuhkan bantuan, masyarakat bersedia membantu sekolah.

Hubungan yang baik antara sekolah dengan masyarakat akan menghasilkan suatu manfaat, yaitu:
1. Pengadaan sarana dan prasarana lebih gampang karena dana bisa terealisasi dengan adanya kerja sama tersebut.
2. Lebih mudah dalam merencanakan program pengembangan sekolah sesuai dengan keinginan masyarakat dan kemampuan sekolah.
3. Menjalin silaturahmi antara sekolah dengan masyarakat agar terjadi kerukunan sehingga adanya dukungan masyarakat.
4. Dengan adanya dukungan masyarakat program pengembangan sekolah bisa terlaksana melalui kerjasama.

 Kendala – Kendala
Dalam menjalin hubungan antara sekolah dengan masyarakat, ada beberapa kendala mendasar yang juga sangat berdampak pada keharmonisan hubungan tersebut sehingga hubungan antar sekolah dengan masyarakat menjadi tidak lancar. Kendalanya antara lain:
1. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pendidikan dan juga pemahaman warga sekolah tentang apa dan bagaimana harusnya pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun
2. Kurangnya komunikasi antara warga sekolah dan warga masyarakat, sehingga tercipta komunikasi satu arah antara sekolah dan warga masyarakat/ wali murid dan pada akhirnya sekolah tidak tahu keinginan masyrakatnya tetapi memaksakan keinginanannya pada masyarakat/ wali murid yang pada saat itu hanya terlibat pada aspek pembiayaan saja.

2.3 Hasil Diskusi
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan hubungan sekolah dengan masyaraka di SDN Sumbersari 01 dapat dikatakan cukup baik, hal ini terlihat adanya beberapa program yang dibentuk untuk menjalin hubungan ini. Tapi meskipun begitu masih ada sedikit kendala dalam hubungan yang terjalin antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa peningkatan mutu sekolah dan peningkatan proses pembelajaran cukup dilakukan oleh pihak sekolah atau pihak pemerintah secara sepihak. Sedangkan pihak masyarakat dan orang tua murid cukup dimintakan bantuannya dalam bentuk keuangan saja, atau seolah-olah sekolah yang bertanggung jawab dalam peningkatan mutu. Sedangkan orang tua (masyarakat) tidak perlu terlibat dalam upaya peningkatan mutu di sekolah. Keterlibatan orang tua/masyarakat sering diinterpretasikan atau dipersepsi sebagai bentuk hubungan yang terlalu jauh memasuki kawasan otonomi sekolah. Keadaan ini juga turut berpengaruh terhadap terciptanya hubungan yang akrab antar sekolah dengan pihak masyarakat. Di samping itu pemberdayaan masyarakat masih cenderung pada aspek pembiayaan. Seandainya jika masyarakat bisa memahami tentang pendidikan dan pengelolaan sekolah maka hubungan sekolah dengan masyarakat akan terjalin dengan baik, dan para siswa secara langsung mengetahui bahwa mereka mendapat perhatian yang besar dari kedua belah pihak, baik pihak orang tua/masyarakat maupun pihak sekolah. Hal ini akan menjadi kartu kendali bagi sekolah untuk bersikap, berperilaku dan bertindak di luar aturan sekolah yang ada. Kendali/kontrol yang dilakukan bersama antara sekolah dan masyarakat secara terpadu akan memberikan ruang sempit bagi siswa, maupun warga sekolah lainnya yang akan bertindak atau berperilaku tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sehingga akan tercipta suatu kondisi yang harmonis di lingkungan- lingkungan tersebut.
Upaya-upaya penyelesaian kendala/ hambatan yang ada adalah sebagai berikut:
1. Sekolah harus memberikan informasi yang terpadu kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui seluruh program-program yang di adakan sekolah.
2. Hubungan sekolah dengan masyarakat harus dilakukan secara terus menerus, sehingga masyarakat tudak akan beranggapan bahawa mereka hanya dibutuhkan pada saat pembiayaan saja.
3. Setiap program yang diadakan oleh sekolah harus menyesuaikan karakteristik masyarakat dengan cara mengkonsultasikan dengan tokoh masyarakat
4. Dalam melaksanakan hubungan tersebut, tidak hanya membahas financial sekolah melainkan membahas secara kompleks masalah pendidikan yang terkait dengan pengembangan sekolah secara akurat dan up to date.














III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Berdasarkan observasi yang sudah kami lakukan, hubungan antara SDN Sumbersari 01 dengan masyarakat telah tejalin dengan cukup baik.
2. Sekolah telah memiliki program – program yang telah dicanangkan oleh sekolah.
3. Kendala umum yang dihadapi dalam permasalahan ini, sebagian besar bersumber dari masyarakat
3.2 Saran
Menurut kami yang perlu diperhatikan dalam menjaln hubungan ini, sebaiknya sekolah menjalin hubungan yang lebih komunikatif dengan masyarakatnya, dan untuk masyarakat itu sendiri, lebih baik lebih membuka diri untuk menerima informasi dari sekolah.


















Daftar Pustaka

Umaedi, Dkk. 2008. Managemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Universitas Terbuka.

Pengelolaan Humas. Pdf

http://qyonglee.multiply.com (dalam artikel hubungan sekolah dengan masyarakat)

http://sekolah-dasar.blogspot.com/2010/04/kendala-dalam-memajukan-sekolah.html

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/01/10/konsep-dasar-manajemen-peran-serta-masyarakat

http://asharikeren.wordpress.com/2008/06/15/hubungan-sekolah-dengan-masyarakat/

http://rudien87.wordpress.com/2010/03/20/manajemen-hubungan-masyarakat/

http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/program aplikasi sekolah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar