Rabu, 03 Februari 2010

Rumah Cahaya

Sebuah Rumah Cahaya...

Jari-jariku seakan tak mau terhenti kala aku memegang pena,
Menari dan terus menari...
Imajinasiku menjelajah ke sebuah negeri..

Disana...
Kutemukan sebuah bintang dengan cahya redup, dan satu bintang dengan cahya terang yang hidup bersama tanpa adanya rasa mengeluh karna kekurangan antar keduanya.
Sedangkan sang bulan terus bernyanyi dalam kesendiriannya
Ia mencoba menghibur kegelisahannya..

Namun aku terkejut ketika kutemukan sebuah...
Rumah yang dipenuhi pagar berbunga,
Rumah yang penuh kehangatan,
Rumah yang berpenghuni jiwa-jiwa yang besar hati,
Rumah yang penuh inspirasi,
Rumah yang penuh canda tawa,
Rumah yang slalu dirindukan,

Dan...
Rumah itu berbingkai cahaya,
Cahaya yang mampu meredam amarah,
Cahaya yang membangkitkan semangat,
Cahaya yang tak kenal putus asa...
Untuk slalu menggoreskan pena.

Yaaa...
Rumah cahaya...
Rumah yang mampu mencerahkan pandangan,
menentramkan hati, dan menguatkan iman.


By. Aulia Nursafitri

3 komentar:

  1. wooooww,,puisisnya rek,,
    jd teduh rasanya gbeyangin tu,,
    siiip,,,
    terus berkarya,,

    BalasHapus